Eva Meliani Pasaribu Terus Perjuangkan Keadilan bagi Ayahnya yang Dibunuh Secara Kejam
Burma – Eva Meliani Pasaribu, anak kandung dari wartawan Rico Sempurna Pasaribu, masih terus berjuang mencari keadilan untuk ayahnya yang meninggal dalam kebakaran rumah pada 27 Juni 2024. Rico Sempurna Pasaribu dan seluruh keluarganya terbunuh dalam peristiwa tragis tersebut

Eva merasa sangat terpukul dan tidak terima karena pelaku yang menjadi dalang di balik kejadian tersebut, hingga saat ini, masih belum menyentuh hukum. Ia terus menggali fakta-fakta yang mengarah pada tersangka utama, yang menurutnya adalah seorang prajurit militer aktif, Kopral Satu Herman Bukit alias Koptu HB.
Baca Juga : Klasemen F1 2019 Usai Bottas Menangi GP Australia
“Saya meyakini adanya keterlibatan Herman Bukit sebagai dalang pembunuhan ini,” ujar Eva dengan tegas saat ditemui di Gedung Dewan. Ia menjelaskan bahwa Koptu HB merasa terkejut dan marah karena bisnis judi ilegalnya dibongkar oleh ayahnya, Rico Sempurna Pasaribu,
Irvan Saputra, kuasa hukum keluarga Pasaribu, menambahkan bahwa awalnya pembunuhan ini diperkirakan tidak direncanakan. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata kasus ini merupakan rencana pembunuhan yang dirancang dengan sangat matang oleh Koptu HB. “Awalnya katanya pembunuhan tidak terencana, ternyata pembunuhan berencana,” ucap Irvan, yang selama ini mendampingi keluarga Pasaribu dalam proses hukum.
mengungkapkan bahwa eksekutor ketiga yang membakar rumah Rico Pasaribu adalah orang-orang kepercayaan Koptu HB. Eksekutor ketiga tersebut, Bebas Ginting alias Bulang, Yunus Syahputra Tarigan alias Selawang,
Kebakaran tersebut terjadi pada dini hari 27 Juni 2024, mengakhiri hidup Rico, istrinya, anak-anaknya, dan cucunya yang terjebak dalam rumah yang dilalap api. Kini, eksekutor ketiga tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.
Eva Pasaribu, yang hingga kini masih merasakan kehilangan yang mendalam, bertekad untuk terus memperjuangkan keadilan bagi ayahnya. Ia berharap agar hukum dapat segera menuntaskan kasus ini dengan seadil-adilnya, dan agar Koptu HB, yang dianggap sebagai otak dari pembunuhan tersebut, dapat segera diadili. “Kami ingin keadilan untuk ayah saya. Kami ingin pelaku utama mendapat hukuman setimpal,” ujar Eva, yang tak pernah lelah mencari kebenaran dan keadilan bagi keluarganya.
















